Kiat Atasi Rasa Bosan Dalam Bekerja

Kiat Atasi Rasa Bosan Dalam Bekerja

Tak lagi bersemangat dalam bekerja? Mungkin ahir-akhir ini hari-hari bekerja Anda tak ubahnya hari-hari membosankan yang harus dijalani. Anda tak lagi merasakan tantangan yang memicu semangat sehingga hasrat bekerja juga mulai hilang. Bekerja pun seolah tanpa tujuan, dan terasa sebagai rutinitas yang menjemukan. Apakah ini pertanda  harus berhenti?

Jangan dulu menyerah dengan situasi ini. Terkadang karier juga memiliki ‘jeda’ sebagaimana halnya kehidupan. Kurangnya kegembiraan tak selalu merupakan pertanda Anda harus beralih pekerjaan.  Kendati  menunggu hal hal yang akan mengubah situasi sekarang datang sendiri, juga bukanlah sebuah opsi yang baik karena hanya akan memperpanjang kebosanan dan menurunkan produktivitas serta pengembangan  profesionalitas Anda. Simak catatan berikut ini:

Jangan lihat ke belakang

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini,cobalah ubah cara berpikir Anda. Cobalah lebih  berfokus menghidupkan kembali atau merevitalisasi karir,  jangan terlalu memikirkan masa depan. Lebih tekankan pemulihan kondisi masa lalu, ketimbang memulai arah baru yang seolah lebih menyegarkan. Cobalah tilik kembali alasan Anda bekerja. Bisa jadi alasan yang selama ini menjadi  energi Anda bekerja di masa lalu tidak lagi  efektif. Selain itu, hindari mengingatkan diri akan “masa lalu yang indah” karena ini akan membutakan Anda dari apa yang telah diraih hingga saat ini. Pada kelanjutannya ini  akan menghindarkan diri Anda dari inovasi kreatif.

Lakukan perubahan  bahkan yang sekecil-kecilnya, seperti mengubah pandangan akan perusahaan dan karir yang telah mengubah hidup, dapat meningkatkan kepuasan bekerja. Tanamkan keinginan untuk berubah dalam pikiran, dan ikuti beberapa langkah berikut untuk mendapatkan nafas baru dalam pekerjaan.

Langkah #1. Jangan lakukan apa-apa

Berupaya memicu gairah profesional  adalah cara  menutupi sisa gairah bekerja Anda. Membangkitkan kembali gairah bekerja justru bisa dengan melakukan hal sebaliknya.  Cobalah berpikir diluar ruangan kantor, dan fokus pada sesuatu diluar pekerjaan. Jika Anda memiliki sisa cuti,  ambillah. Anda akan menyadari, sesuatu yang Anda butuhkan adalah istirahat sejenak.

Beberapa orang mengaku dapat  kembali masuk bekerja dan merasa segar setelah mengambil cuti. Gunakan energi baru ini untuk melihat secara dekat  kehidupan bekerja Anda.

Langkah #2: Mulai dari hal kecil

Coba cermati, adakah  beberapa hal dalam kehidupan profesional yang Anda lakukan hanya karena kebiasaan atau rutin? Jika demikian, cobalah lakukan sedikit perubahan. Misalnya, lakukan variasi perjalanan menuju tempat kerja yang lebih menarik ketimbang sekedar menghemat waktu. Atau,cobalah jalin kembali komunikasi dengan rekan dan dapatkan hubungan sosial yang lebih baik. Mengubah rutinitas dapat membuka kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga.

Makan siang dengan seorang rekan baru, misalnya, bisa memberi Anda perspektif yang segar pada pekerjaan Anda.

Langkah #3: Ciptakan perubahan

Dapatkan sedikit ‘guncangan’ dari rutinitas sehari-hari Anda, cobalah berikan sedikit lebih banyak hasil bulan ini. Namun jika hasil kerja Anda tetap kurang, setidaknya masih dapat ditoleransi perusahaan dan tak membuat  rapor Anda merah.

Jika perlu, buat daftar prioritas dan pekerjaan sehingga Anda dapat mengidentifikasi dan melaksanakan beberapa perubahan kecil dan spesifik. Ini akan membantu Anda lebih semangat dalam pekerjaan.

Langkah # 4: Bicarakan dengan atasan

Jika Anda menganggap aspek-aspek mendasar pekerjaan  telah  menguras energi  dan semangat kerja selama ini, jangan berasumsi saja. Atur pertemuan dengan atasan, cobalah terlibat dalam sebuah  diskusi yang akan menambah nilai Anda di mata perusahaan. Ini akan lebih baik ketimbang  hanya mengeluh tak lagi merasa termotivasi.

Cobalah cari proyek-proyek yang menggairahkan Anda, dan mintalah untuk mengambil lebih banyak pekerjaan semacam itu. Lebih baik lagi, mintalah  untuk mengerjakan sesuatu yang  tak biasa. Atasan mungkin dapat membantu  menjelajahi beberapa hal yang berbeda. Namun ingat, ketika meminta perubahan pada atasan, jelaskan pula bagaimana perubahan ini  menguntungkan perusahaan dan bukan hanya demi kepuasan Anda sendiri.

Langkah #5: Buat langkah besar

Menjalani satu posisi dan karir terlalu lama dapat membuat seseorang merasa stagnan dalam karir. Jika Anda telah mulai merasakannya, sudah saatnya Anda pikirkan posisi baru. Pastikan Anda tak sekedar mengandalkan perubahan suasana untuk meningkatkan penampilan. Ketika mempertimbangkan peluang baru, tanyakan pada diri Anda, apakah tantangan ini akan berbeda dari yang sudah-sudah.

Langkah # 6: Jaga tetap baru

Apapun yang dipilih, baik menetap di pekerjaan sekarang maupun mencari pekerjaan baru, belajarlah dari situasi Anda saat ini. Perlakukan sebagai panggilan untuk  mulai mengelola kehidupan kerja Anda lebih aktif.  Jadikan ini sebuah pola kebiasaan sesuai dengan minat dan perubahan dinamis dalam lingkungan kerja. Terinspirasi oleh sesuatu hal yang baru adalah hal mudah, namun memutuskan untuk menetap adalah  komitmen tanpa henti.

Kemampuan  untuk mempertahankan minat kerja, tergantung  keadaan eksternal dari pekerjaan dan pendekatan pada karir. Banyak orang lebih terfokus lebih berprestasi  dalam pekerjaan tanpa mengambil waktu jeda.  Jika Anda hanya berfokus  menjadi lebih efisien, ini akan membuat Anda terus memikul beban kerja  dari hari ke hari. Ini akan menjadi  produktivitas jangka pendek saja, tetapi tidak  menciptakan motivasi  yang akan membuat bersemangat selama bertahun-tahun.

Mencari pencetus semangat, hanyalah permulaan saja. Namun merengkuh semua kesempatan dalam berbagai ukuran,  dapat membangun karir yang tumbuh bersama Anda. Swikit.

Atasi Rasa Bosan Dalam Bekerja, Dunia Informasi, gaya hidup sehat, tips

Related Articles

0 Comment

Leave a Reply